KALAU CINTA SUDAH DIBUANG JANGAN HARAP KEADILAN AKAN DATANG...

Sabtu, 14 Mei 2011

Saat Iwan Fals Berakustik


TAK ada yang spesial  dengan Iwan Fals pada gitar akustiknya, karena sang musisi folk ini memang kerap dikenal dengan gitar akustik dan harmonikanya. Namun yang membedakan penampilan Iwan Fals pada Senin [31/05] malam itu dengan yang konser-konsernya yang megah adalah keintiman yang luar biasa indahnya. Ini semua terjadi dalam 'I Like Monday'-Hard Rock. Iwan Fals menjadi penampil kesekian dalam rangkaian seri I Like Monday, acara khas Hard Rock Cafe Jakarta yang baru kali ini digelar setelah sekian lama hibernasi. Sebelumnya, 17 Mei lalu, I Like Monday yang hadir dengan tema 'Unplugged Series 2010' ini sempat menghadirkan Slank yang ramai dipadati banyak orang.
   Sama seperti Slank, penampilan Iwan Fals malam itu pun juga penuh dijejali banyak orang, dari fans, jurnalis dan para tamu yang datang malam itu. Nikmatnya menonton Iwan Fals di panggung seperti Hard Rock adalah kita mendapatkan kita mendapatkan interaksi yang hangat. Disana ada celotehan Iwan Fals, sindiran-sindiran kepada tokoh politik tertentu, petuah-petuah bijaknya, tak ketinggalan emosi yang tergambar dalam mimiknya, senar gitar yang putus, semua terekam jelas dengan pandangan tak terlalu jauh.
  Membuka dengan “Mata Indah Bola Pimpong”, penonton diajak untuk kembali ke tahun 1987, ketika album Wakil Rakyat dirilis. Penonton pun tumnpah ruah dalam koor besar yang membahana di seluruh sudut ruangan Hard Rock. Kurang lebih 10 lagu dialunkan Iwan malam itu, semua ada dari lagu tema cinta [“Aku Bukan Pilihan”, “Ijinkan Aku Mencintaimu”], kritik sosial dan politik [“Guru Oemar Bakrie”, “Pesawat Tempur”,”Tikus Kantor”, “Bento”], dan lingkungan [“Tanam Siram”]. Selain Tanam Siram, “^O^” adalah lagu baru dari album barunya bertajuk Keseimbangan.
    Selain senar putus, aksi spontan lemparan uang dari penonton ke arah panggung saat reff “penguasa-penguasa berilah hambamu uang” di lagu “Pesawat Tempur” menjadi pemandangan menarik, selain pengantar di tiap lagu dan aksi harmonikanya yang bukan main nikmat terdengar. Usai lagu terakhir, demi melepas rasa dahaga penonton yang ingin meminta lebih, sebuah intro akustik Iwan dan gitaris Totok Tewel, melantukan “Satu-Satu” sebagai penutup yang manis. Saat Iwan Fals berakustik, ada seribu satu kenangan berbekas disana, termasuk Senin malam kemarin.|Mpim

Senin, 25 April 2011

Rela Sakit Keras Untuk Berfoto Bersama Iwan

Siapa yang tak mengenal sosok Iwan Fals, pria yang bersuara lantang dan kharismatik ini memang menjadi Maestro dalam belantika musik Indonesia. lagu lagunya yang bernada sumbang dan banyak mengkritik tentang sosial dan keadaan di negeri ini menjadi salah satu ciri khasnya, sebut saja lagu Bento, Guru Oemar Bakrie, Surat Buat Wakil Rakyat, dan beberapa lainnya. banyak menginspirasi para penikmat lagu lagu pria yang gemar olah raga taekwondo ini. selain itu, kesederhanaan dan cara pandang hidup yang begitu sederhana dan penuh cinta menjadi jati diri dari Bapak tiga anak ini. sedikit bercerita tentang penulis, maka tak salah jika sosok Virgiawan Listanto ( Iwan Fals ) telah menginspirasi dalam kehidupan banyak orang demikian pula dalam kehidupan penulis sendiri.
sekitar pertengahan tahun 1998, tepatnya waktu itu masih duduk di kelas Empat SD. pertama kali saya mengenal lagu Iwan Fals, berawal dari mendengar lagu "IBU" di rumah seorang kawan yang tak jauh dari rumah. Awalnya sempet bingung dan bertanya tanya, " lagu siapa nihh.. ?" enak juga !! karena waktu itu saya bener bener gak tahu sosok Iwan. saya bertanya pada kawan yang usianya jauh lebih tua diatas saya, " lagu Iwan Fals ". jawab kawan dengan lantang ! waktu itu baru lagu "IBU" saja yang saya suka, mungkin karena lagunya yang enak dan liriknya yang sedikit mengena buat saya pribadi. setiap lagu "IBU" habis terputar tak ragu saya memutar kembali lagu "IBU", maklum waktu itu masih jaman jamannya kaset. sampai saya bosan dan liriknya mulai sedikit nyangkut di otak...  mulai dari situlah saya mulai minjem minjem kaset Iwan dari kawan rumah maupun sekolah dan saya puter dirumah. lambat laun saya mulai suka lagu lagu Iwan yang lainnya, seperti Buku Ini Aku Pinjam, ENTAH, Oemar Bakrie Pesawat Tempur dan lagu Iwan lainnya. benih kecintaan terhadap Iwan mulai tumbuh dalam diri saya, rasa ingin tahu lebih dalam tentang Iwan semakin besar. waktu itu belum jamannya internet ataupun handphone, jadi saya banyak cari tahu tentang Iwan dari kawan kawan disekitar lingkungan rumah ataupun disekolah. selain cari tahu tentang sosok Iwan saya mulai menjalar dengan mengkoleksi Foto, Sticker, tulisan tulisan, kaset dan lainnya yang berbau Iwan Fals. Rasa kagum saya tak hanya sampai disitu, rasa ingin lebih mengenal sosok Iwan Fals semakin besar, saya mulai mengikuti setiap konser konser Iwan yang diadakan dirumahnya yakni di Desa Leuwinanggung-Depok, waktu itu sekitarawal tahun dua ribuan.
setiap kegiatan yang di adakan oleh pihak Iwan atau menejemennya selalu saya update. namun dari awal saya mengenal Iwan sampai saat ini sampai tulisan ini saya buat, dari setiap konser ataupun acara Iwan yang saya ikuti belum pernah ada kesempatan buat saya pribadi untuk dapat berfoto berdua bersama Iwan Fals, hanya baru dapat merasakan berjabat tangan secara eksklusif dengan Sang Maestro saja, karena yang saya tahu memang sosok Iwan Fals sangat sederhana, no profile, dan tidak ingin diagungkan pada saat bercengkrama dengan para Fansnya. memang suatu kebanggan jika dapat foto berdua bersama Iwan, pernah suatu ketika dalam otak saya terpikir bahwa " Saya rela sakit keras untuk dapat berfoto bersama Iwan Fals " !!!  Hahahaaa.. mungkin memang gila, tapi mungkin juga itu jalan untuk saya dapat melengkapi keinginan terakhir saya tentang kecintaan saya kepada H.Iwan Fals. tapi saya berharap masih ada jalan yang lebih baik lagi dari itu, karena jujur saya takut disuntik....     Hahaa..   namun apapun yang terjadi, Iwan Fals adalah sosok yang telah meracuni Otak saya dengan lagu lagunya dan mengakar dalam darah daging saya. sampai saat ini masih menjadi motivasi bagi saya dalam mengarungi Lembah hidup yang kejam nan Indah...




Mpim Bersama Senja.









Sabtu, 09 April 2011

Iwan Fals Menggoyang Karawang Dalam Konser Xtraligi

 
Iwan Fals memukau ribuan warga kabupaten karawang, Jawa Barat, saat menggelar konser musik dan pengajian bersama Iwan Fals di pesantren Al-Magfiroh, di Lapangan Karangpawitan, Selasa 05 April 2011 malam. Ribuan penonton dan penggemarnya yang tergabung dalam Oi Kota Karawang dan luar kota karawang. Mulai bernyanyi bersama saat Iwan  membawakan lagu pertama, Ujung Aspal Pondok Gede. Dilanjutkan lagu kedua yang berjudul Tikus Tikus Kantor, Tanam, dan Menanti Seorang Kekasih. Dalam penampilannya, penyanyi yang memiliki nama asli Virgiawan Listanto itu diiringi Grup Musik Ki Ageng Ganjur pimpinam Dr Zastrouw ( Mantan ajudan presiden KH. Abdurrahman Wahid ). Iwan semakin memukau penonton dan para penggemarnya saat menampilkan lagu Hitsnya Nyanyian Jiwa. Secara serempak penonton yang memadati Lpangan Karangpawitan bernyanyi bersama Iwan sambil berjingkrak-jingkrak. Iwan mengakhiri konser dan pengajian tersebut dengan menyanyikan lagu Dendam Damai, diakhiri dengan Shalawat bersama.kehadiran Iwan bersama grup Ki Ageng Ganjur itu sendiri merupakan rangkaian acara perjalanan spiritual Iwan Fals ke 99 Pesantren. Sebelum ke Karawang, Iwan juga sudah mendatangi kabupaten Subang dan Purwakarta. Selanjutnya, Iwan akan hadir di Cianjur dalam kegiatan yang sama. Selain diisi dengan konser seni dan budaya, kegiatan itu juga diisi dengan penanaman 1.000 pohon.

Jumat, 25 Maret 2011

Iwan Fals Mendapat Penghargaan Pemerintah

Virgiawan Listanto.
Bulan Maret dicanangkan sebagai bulan musik. Tahun ini, pemerintah rayakan hari musik dengan menganugerahkan apresiasi pada 11 budayawan dan seniman. Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (23/03/2011), di Gedung Kesenian Jakarta mengungkapkan, kesebelas budayawan dan seniman yang akan mendapatkan apresiasi dibagi dua kategori. Kategori pertama, Anugerah Satyalancana Kebudayaan disematkan pada delapan penerima penghargaan. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni disematkan pada tiga penerima lainnya. Bedanya kedua penghargaan itu? "Satyalencana Kebudayaan tertinggi di bidang seni budaya diberikan langsung oleh presiden. Kalau Anugerah Hadiah Seni dari budpar," papar Wacik. "Apresiasi ini sudah ada kepresnya," tambahnya. Pemberian Anugerah Satyalancana didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 1959. Anugerah Hadiah Seni didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 23 Tahun 1976. Anugerah Satyalancana yang dimaksudkan diberikan untuk periode 2010. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni untuk periode 2011. Kedelapan budayawan dan seniman penerima Anugerah Satyalancana, 1. Prof. Drs. Darmanto Jatman, SU, seorang filosof dan penyair 2. Koestono (Tony) Koewoyo (alm), seorang komponis yang berkeinginan meredam budaya asing lewat musik 3. Ny. Dewi (alm), seorang koreografer dan penari topeng Losari 4. Hj. Siti Maryam Salahuddin, SH, seorang penulis buku adat daerah Nusa Tenggara Barat 5. Prof. Drs. Jacob Sumardjo, seorang sejarawan teater, esais dan kritikus 6. Iwan Fals, seorang komponis dan penyanyi 7. Emha Ainun Najib, seorang budayawan, penyair, penulis esai dan pertunjukan, dan 8. Prof. Dr. Abdul Hadi WM., seorang budayawan dan komponis. Selanjutnya, ketiga budayawan dan seniman penerima Anugerah Kebudayaan Hadiah Seni, 1. Elfa Secioria (alm), seorang komponis, pencipta lagu, dan mengorbitkan banyak musisi papan atas Indonesia 2. DR. Sundari Soekotjo, MM, seorang penyanyi keroncong yang kini juga telah bergelar doktor, dan, 3. I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang pencipta lagu dengan inspirasi budaya budaya Bali. Saat dimintai tanggapannya Wacik mengungkap, "Bersyukur kreativitas Indonesia luar biasa! Oleh karenanya, negara harus beri apresiasi yang tinggi pada budayawan dan seniman." Acara penghargaan ini juga bekerjasama dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Selain menggelar penyematan oleh Kemenbudpar, peringatan hari musik dan anugerah Nugeraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) oleh PAPPRI, acara juga untuk mengenang Elfa Secioria [source: Mpim.com/alm]. ***

Kantata Takwa Bangkit Kembali!

Masih ingat dengan lagu seperti Mata Dewa, Nyanyian Jiwa? Yup dua judul tadi merupakan milik sebuah supergrup musik yang bisa dikatakan legendaris di tahun 90an. Grup yang berhenti di tahun 1997 ini kembali lagi dengan personil lamanya seperti Setiawan Djodi, Sawong Jabo, Iwan Fals, Dodi Katamsi dan Totok Tewel. Namun sayangnya Jockie Suprayogo serta Donny Fattah tak bisa ikut dalam reuni ini.

         Kembalinya Kantata Takwa juga diikuti dengan penampilannya yang mana mereka akan menggelar 2 konser sekaligus untuk menyambut hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 25 Maret di TVRI serta 20 Mei di Bandung. Setiawan Djodi menuturkan bahwa rencana ini sudah lama dipersiapkan serta tertunda lama. Dan di penampilannya besok Jumat menurut Djodi sebagai soft launching untuk konser besar mereka. "Hari ini workshop pertama sekalian sama teman-teman, ada Jabo. Dan Iwan harusnya ada tapi karena lagi umroh. Intinya bersama Dody, Totok Tewel, Pakar, Eddy kita latihan untuk hari Kebangkitan Nasional nanti 20 mei. Ini soft launching semoga bisa launching besar di 20 mei nanti," ujarnya. Dijumpai di preskon konser kembalinya Kantata Takwa menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di kediaman Setiawan Djody, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/3), Djody juga menuturkan berbagai persiapan untuk konser nanti serta bagaimana konsep acaranya. "Saya akan dialog mengenai Budi Utomo dulu baru soal konser dan saya akan menyanyikan 3 lagu sebagai penutup. Saya berterima kasih untuk semuanya, jadi walaupun kita main di TVRI ternyata responnya banyak dan ternyata ini salah satu bentuk perjuangannya," terangnya. Alasan pengusaha serta budayawan ini memilih TVRI sebagai stasiun televisi yang menayangkan konsernya, menurutnya karena TVRI bisa dilihat oleh seluruh orang di Indonesia. Bagi Djodi konser ini bukan lah rasa kangennya akan dunia musik, melainkan sebuah rasa konsistensinya. "Ini lebih pada bentuk perjuangan dan ini konsistensi saya. Saya terakhir bikin lagu itu tahun 1997 dan kemudian saya berhenti dan mulai main lagi di tahun 2003. Di parkir timur dan setelah itu nggak boleh di pakai sama mbak Mega (Megawati)," tukasnya.

Selasa, 22 Maret 2011

Iwan Fals Tetap Gelisah


Pengantar:
Setiap kita melihat, membaca, atau berbicang langsung, satu hal yang tak pernah lepas dari Iwan Fals adalah kelugasannya. Apa yang diucapkannya, itulah yang menjadi keyakinannya, dan itu pula yang dilakukannya. Wujud nyata dari hal yang bernama intergritas: satunya antara kata dengan perbuatan. Satu hal yang mungkin masih langka di negeri tercinta ini. Bicara kelugasan, ini pula yang bisa kita baca dari wawancara terbaru Iwan Fals dengan Kompas di bawah ini. Selamat membaca.
Iwan Fals (49) tetap menyanyikan kegelisahan rakyat. Kini ia gelisah dengan masalah lingkungan hidup yang semakin parah. Dia juga berdoa dalam lagu. Itulah yang ia sodorkan pada album terbarunya ”Keseimbangan”. Kami mengobrol dengan lelaki bernama Virgiawan Listanto itu di salah satu sudut halaman rumahnya di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, yang teduh dan hijau oleh rindang pepohonan dan rerumputan.
Sore itu Iwan habis latihan bersama rekan-rekan musisi, seperti Toto Tewel (gitaris), Edi Daromi (keryboards), Deni Kurniawan (drum), dan Heirie Buchaery (bas). Ia bercerita tentang PT Tiga Rambu, perusahaan yang dikelola oleh keluarga Iwan, termasuk istrinya, Rosana Listanto, yang akrab disapa dengan panggilan Yos, serta anaknya, Anissa Cikal Rambu Basae.
Nama Tiga Rambu diambil dari nama tiga anak Iwan, yaitu Galang Rambu Anarki (1982-1997), Anissa Cikal Rambu Basae (25), dan Rayya Rambu Robbani (7). Tiga Rambu tengah menyiapkan Iwan dan kelompoknya untuk perjalanan keliling ke sejumlah pelosok. Ia menyiapkan sebuah mobil yang khusus dirancang untuk perjalanan kelompok musik yang mengembara dari satu kota ke kota lain, termasuk ke komunitas pesantren dan nelayan. Inilah babakan baru kehidupan Iwan sebagai seniman. Ia bisa dengan lebih akrab mendekati pendengarnya dan menyuarakan keresahan orang-orang di sekitarnya lewat lagu langsung ke telinga rakyat. Lingkungan, Masalah lingkungan memang bukan tema baru dalam lagu-lagu Iwan. Awal tahun 1980-an dia sudah menyanyikan ”Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi” sampai ”Tak Biru Lagi Lautku”. Dalam Keseimbangan ada empat lagu, seperti ”Hutanku”, ”Pohon untuk Kehidupan”, ”Tanam Siram Tanam”, dan ”Ayolah Mulai”. Ini kegelisahan Anda? Ini bermula dari kekhawatiran aku tentang alam. Orang bilang sekarang terjadi global warming, pemanasan global. Kutub utara sudah mencair, malah ada yang bilang bumi sudah tidak bundar lagi sehingga putarannya enggak bener dan cuaca tak bisa diduga. Bumi diambilin emas, tambang, dan hutannya. Populasi penduduk bertambah, perang. Waduh….Tetapi, kan tidak terus mentok, terus khawatir. Tapi harus ada jalan keluar. Kita enggak bisa terus mengeluh. Aku percaya itu akan didengar petani, nelayan terpanggil untuk kerja. Siapa tahu dengan lagu itu ada harapan, kesadaran. Mati, itu sudah pasti, maka kita ngomong kehidupan saja. Mengapa makin fokus ke lingkungan? Umur juga, ya, ha-ha-ha... Dulu nyanyi tentang lingkungan buat gagah-gagahan saja. Aku (dulu) nyanyi tentang hutan dan erosi. Sekarang ini tak ada pilihan lain. Ini jawaban buat krisis lingkungan hidup. Dan faktanya kita sudah terancam dari-mana-mana, dari atas dari bawah. Enggak ada jalan, kecuali kerja untuk kehidupan. Caranya masing-masing. Tak ada istilah terlambat. Anda mengajak fans untuk menanam? Kita ajak mereka nanem. Dulu ada gerakan Indonesia Menanam di Kemayoran dan aku terlibat juga. Kemarin ini, ini kita nanem di Jonggol. Kami juga menanam mangrove di Pekalongan, Cianjur, dan lainnya. Jonggol itu tanah pribadi aku. Ada sekitar 20 hektar yang dulunya lahan kering. Pohon-pohon ditebangin karena dulu katanya mau dibuat perumahan. Aku lihat tanah telantar aku beli. Ya sudah rezeki. Kita mau hutanin, Kami tanam 5.000 pohon. Sebelumnya kawan-kawan Oi (ormas yang mayoritas anggotanya penggemar Iwan) menanam 1.000 pohon. Sebelumnya ada teman-teman dari Go Blue mengajak kami balik ke laut. Katanya, laut itu lumbung terakhir. Terumbu karang sudah tinggal 6,2 persen yang sehat. Sementara 60 persen orang kita tinggal di pesisir. Lha, itu kan rumah ikan. Kalau ikan enggak ada, lalu gimana?” Seratus persen Iwan sadar benar akan posisinya sebagai penyanyi, penulis lagu. Di satu sisi, ia tetap memegang idealismenya. Di sisi lain, ia paham kondisi industri musik Tanah Air. Saat berangkat masuk industri, ia bekompromi bahwa 70 persen untuk idealisme dan 30 persen untuk melayani kepentingan industri. Kini dengan Tiga Rambu, Iwan memang 100 persen idealisme itu. Kini Tiga Rambu-lah yang meladeni Iwan 100 persen. ”Album ini diurus anak dan istri. Yos sama Cikal. Yos jadi direktur. Sebenarnya aku komisaris he-he-he, tapi minta mundur. Aku konsen nyanyi sajalah. Ternyata mereka sudah dua tahun kerja. Aku kaget juga. Walau terengah-engah, dia semua yang ngurus. Aku ya cuma gini-gini saja. Konserku dalam setahun dibuatin sama dia. Pakai tema pula. Kemarin tentang ASI, green peace, almarhum Munir, guru. Akhirnya aku jadi manja juga ha-ha-ha.... Kalau main, konser gitu-gitu saja males juga. Harus ada yang disampaikan. Dapet duitnya sih enak, tapi kalau cuma tepuk tangan untuk apa, males juga.” Sikap ini sebenarnya sudah sejak dari dulu ketika aku berangkat main musik. Niat aku sudah begitu. Kita bisa berbuat sesuatu kok lewat musik. Buktinya ada lagu ”Maju Tak Gentar”, jadi berdaya benar musik itu. Kita bisa omong tentang pohon, politik, Tuhan. Tempatku bukan di klangenan.” ”Cuma karena aku masuk industri, aku ikut arus dan menyanyi (yang 30 persen) itu. Tapi jalurku sebenarnya tetap di situ (berbuat sesuatu lewat musik). Apalah anak umur 19 tahun waktu itu. Tapi, aku cukup gelisah dan aku tak menyerah. Aku bilang sama perusahaan rekaman, ’Oke 30 persen aku ladeni kamu dan 70 persen buat aku.’ Apakah jadinya 50 persen atau berapa aku enggak tahu ha-ha-ha.... Tapi, dalam perjalanan akhirnya sekarang aku 100 persen. Itu setelah aku dipegang sama istriku.”

Gamang dalam perjalanan hidupnya, Iwan pernah sangat terpukul, yaitu ketika ia kehilangan seorang anaknya. Ia memerlukan waktu 10 tahun untuk menerima kenyataan hidup. Ia menyebut masa-masa itu sebagai krisis. Salah satu penguat jiwanya pada masa krisis itu adalah syair yang ia dapat dari Perguruan Silat Bangau Putih. Syair itu dibuatnya menjadi lagu berjudul ”Suhu” yang dinyanyikan di album Keseimbangan.

”Suhu”:
Kekuatan ada batasnya, keluwesan tak ada batasnya

Tak ada Kuda-kuda yang tak bisa dijatuhkan

Karena itu geseran lebih utama

Keunggulan geseran terletak pada keseimbangam

Rahasia keseimbangan adalah kewajaran

Wajar itu kosong

Membentur dapat diukur, menempel sukar dikira

Mundur satu langkah maju delapan langkah

Kosong dan isi bergantian menurut keadaan

Bagaimana lagu itu muncul?

Ada teman dari Perguruan Silat Bangau Putih yang mengingatkan aku. Waktu itu aku punya krisis dan syair itu menolong aku. Aku gathuk-gathukin—dihubungkan. Dengan semesta, apa bedanya kita dengan semesta. Manusia kan cuma miniatur alam. Waktu aku mendengar syair itu, aku terbantu, siapa tahun alam juga terbantu dengan syair tentang keseimbangan. Jadi, enggak bisa kita dengan kekerasan. Siapa tahu itu jadi inspirasi bagi penggerak lingkungan, pencinta kemanusiaan, atau orang yang ingin hidup lebih baik. Dalam menghadapi persoalan aku tak bisa main hantam. Harus memunguti hikmah-hikmah. Ini yang dimaksud geseran. Kita enggak bisa hadapi itu dengan main hantam. Bisa mati kita. Ternyata aku perlu waktu 10 tahun menghadapi itu dan baru selesai sekarang. Itu masalah kehilangan. Padahal, semua orang sebenarnya tahu akan kehilangan. Untuk ikhlas itu susah. Sebelumnya untuk mengatasi rasa kangen itu aku sampai nangis-nangis. Tapi, ternyata masih banyak persoalan hidup yang lain. Politik dan amarah Lagu-lagu yang dinyanyikan Iwan dulu bagai penyambung suara kegelisahan rakyat. Nakal, galak, dan komikal. Ada pula rasa amarah. Tersebutlah ”Guru Oemar Bakri”, ”Wakil Rakyat”, ”Ambulan Zig-Zag”, ”Bongkar”, dan ”Bento”.

Situasi sekarang tak cukup menggelisahkan Anda? Sebenarnya aku agak bingung juga. Banyak masalah di negeri ini. Ada kasus Century, hakim sogokan. Tapi, begitu ada tsunami, aku jadi imun. Bukan dalam arti negatif ya. Tapi, ujungnya kok cuma itu: Bencana. Berapa ratus ribu orang meninggal. Terus kerusuhan. Ah....

Tsunami? Jadi, sepertinya akhirnya ini harus alam yang menyelesaikan. Alam juga punya aturan, bukan hanya manusia. Kalau pinjam istilah Mas Willy (sebutan untuk almarhum Rendra) kan ada alam besar dan alam kecil. Itu tak boleh dilanggar. Enggak makan kita lapar, nebang pohon pasti banjir. Kita harus taat hukum alam itu. Tsunami itu jawaban tentang kehancuran yang kita buat. Tsunami itu puncak dari daya mati. Kita harus mengurus kehidupan. Sudah lelah dengan politik dan tidak marah lagi? Siapa sih yang enggak marah kalau dengar cerita tentang manusia di koran, di TV. Marah dengan sinis, karikatural, bercanda bisa. Tapi, marah seperti orang demo enggak bisa. Marah itu merusak jeroan. Dulu aku tak tahu itu. Nakal dan bijak

Kenakalan Iwan sudah hilang? Lho, aku makin nakal kan makin enggak keliatan ha-ha-ha..., aku tidak menganggap remeh hidup. Hidup kan cuma mampir ngombe-minum. Kalau nakal kurang ajar, sudah enggak. Mungkin dulu zaman muda, aku penuh prasangka. Sekarang banyak pelajaran tentang prasangka-prasangka. Lihat kenyataannya saja. Nyatanya kru aku susah bayar listrik. Dulu tak perlu kenyataan seperti dan aku berani nuduh-nuduh. Mungkin itu maksudnya nakal. Bagaimana mungkin emosiku sama seperti ketika aku nyanyi ”Oemar Bakri”. Bedalah, wong dulu aku bikin lagu itu umur 17 tahun dan sekarang umur aku hampir 50. Mungkin, aku lebih gendeng lagi. Dulu aku menafsirkan sesuatu dengan sinis. Mungkin, sekarang aku enggak sinis.

Makin bijak? Mungkin aku sudah ngalamin bijak sampai uban keluar semua ha-ha-ha. Sok bijak dan jaim. Aku lewati tahapan itu dan mungkin bosen juga. Ah, aku ngglundung saja. Hidup mengalir saja. Lagu ”Menanti Kekasih” itu dua kali direkam dengan gaya yang berbeda. Apakah ada penafsiran baru? Ah, waktu itu aku sebel dikasih lagu pacar-pacaran seperti itu. Tapi, itu masuk yang 30 persen tadi. Makanya, aku (dalam lagu) pakai ”asyik...”. Tapi aku komit dengan yang 30 persen itu. Tapi dalam perkembangan zaman, kekasih itu kan enggak harus kekasih, pacar. Rupanya ada yang menerjemahkan kekasih itu sebagai Tuhan. Waduh, enggak boleh main-main lagi aku. Dan itu cocok di umurku sekarang untuk menafsirkan itu. Jadi lebih serius.

Anda intens bicara tentang Tuhan.

Soalnya aku bingung mau ngadu ke mana? Jalan keluar kita juga berdoa kepada Tuhan. Kenapa negeri ini, masa depan seperti apa, gimana, kok gelap terus, kapan cerahnya?

Doa

”Pikiran dan hati ini gelisah

Menimbang masa depan dengan gamang

Sungguh hati ini tak tenang

Sungguh kami takut, Ya Allah...”

Anda seperti berdoa pada lagu ”Ya Allah Kami”?

Itu puncak kenakalan justru he-he-he aku enggak mau kaku ke Tuhan. Aku ingin bercanda dengan Tuhan. Tuhan mahabercanda juga. Jadi, makin enggak takut. Aku seperti tak nyanyi, tapi bermain dengan syair itu. Masih bisa bikin dan nyanyi lagu cinta remaja? Aku perlu ngikutin mereka. Tapi, aku sudah tak punya tenaga untuk itu (membuat lagu cinta remaja). Dan aku tak mau. Waktuku bisa habis. Aku bawa diri aku saja sekarang. Kalau mereka bisa menerima ya alhamdulillah. Tapi aku enggak mungkin menjadi orang lain (Oleh Myrna Ratna & Frans Sartono | Source : Kompas, 9 Mei 2010) ***

Xtraligi spiritual bandung 06/03/2011


Stage Photography, Iwan Fals dalam tour Xtraligi Perjalanan Spiritual... Pengalaman motret yang paling susah, panggung sederhana dengan tata cahaya yang sangat sederhana, membuat exposure sangat cepat berubah-ubah dan tidak merata pada objek di atas panggung, jadi jangan bandingkan dengan panggungnya java jazz festival, apalagi panggung materpiecenya erwin gutawa yang megah dan dengan tata cahaya yang sangat dramatis. Namun demikian konser rakyat yang sangat sederhana ini sangat sarat makna, terkait dengan nilai-nilai religi dan spiritualitas seperti tagline konser ini, maupun nilai-nilai sosial kemasyarakatan sebagaimana iwan fals adanya... semoga kesederhanaannya masih bisa dinikmati...
pesan dari Kanjeng romo KH. Iwan Fals " kalau mau air tanam pohon dan siram, dan jangan lupa sholat".

Nostalgia Dipenjara Suci ( Pon-Pes Asshiddiqiyah Tangerang)

Minggu, 20 febuari 2011. mentari bersinar cerah dengan hamparan langit biru sebagai permadani tuhan yang kokoh, burung burung pipit terbang hilir mudik diantara ganggang yang basah dan lembab sambil menari kecil dan bersiul merdu seperti nyanyian sumbang pada air terjun dipuncak mahameru, aku masih tampak kucal sisa tidur semalam yang tak begitu nyenyak. jelas saja semalaman aku tak dapat tidur, bukan karena aku kebanyakan ngopi atau berisik tangis bayi tetangga sebelah, tapi mumet mikirin sripsi yang mulai menyerang syaraf syaraf bagian otak. " waduuhh... kayaknya gue butuh refresing nih!!" gumamku dalam hati sambil menggaruk kepala yang memang terasa sedikit gatal.
waktu dengan cepat berganti,

Minggu, 20 Maret 2011

Negeri Topengku

Salam untuk jiwa jiwa yang penuh dengan cinta.. Hom santi santi hom.
kini aku tak perduli dengan hidup yang semakin penuh dengan keserakahan, seperti seekor kadal yang bertahan pada bongkahan batu syafir yang membeku oleh waktu.. malah, aku semakin tak ingin tahu menahu tentang hidup yang katanya hanya sekali ini. aku hanya tahu dan ingin selalu tahu tentang apa yang ingin aku lakukan atas dasar HATI NURANI. dulu Ibu pernah bercerita tentang keelokan negeriku, tentang bersahajanya negeriku, orang orang hidup rukun dan makmur.... tapi itu dulu.....
mungkin dulu belum banyak Iblis yang terlahir dari ubun ubun manusia, namun sekarang banyak setan, dajal, bahkan mungkin tuyul yang menjelma sebagai manusia.
sekarang manusia dinegeriku banyak yang sakit, banyak yang gila, mungkin juga banyak yang bukan manusia !! Hahaha.... syetan alas !!!! Oohh Ibu, kemana manusia manusia yang kau ceritakan itu??? sekarang dinegeriku yang ada Pemerintahnya banyak yang tidur waktu rapat, menteri menteri banyak yang linglung waktu rapat, pejabatnya gila harta.. dinegeriku sekarang ruwet, banyak orang yang berani bayar mahal untuk bekerja, bukannya bekerja untuk mencari uang... malah membayar !!!
Dimana sebenarnya pemerintah dinegeriku Ibu??? mari kita mati saja !!! agar tuhan tak ikut marah kepada kita.
katanya negeriku kaya alamnya, katanya negeriku sumber harta, malah katanya di negeriku kayu bisa jadi pohon.. alahh.. semakin gila !!! justru yang bener dinegeri kita itu kaya akan orang yang mendzolimi sodaranya, kaya akan orang orang gila akan tahta. bagaimana kalau di suntik mati saja??? Ahhhh .. kashian anak istri mereka, kita do'akan saja agar cepat sembuh.

Mpim.

Sabtu, 19 Maret 2011

Senandung Malam Minggu Part. II

Ijinkan Aku Menyayangimu....


Maaf karena aku masih saja seperti ini
Sama seperti musim gugur di pulau ghorf
Saat kau kecup luka penuh
Nanah serta asap tembakau yang kini telah menjadi bunga
Kini ada dua nama dalam hatiku
Satu masih milikmu dan
Yang satu milik bidadari atau mungkin malaikat
Yang turun bersama hujan cinta
O Fitry, aku sungguh mati mencintaimu
Biasan wajahmu yang kemuning akan selalu elok
di setiap sudut hati yang berjeruji dan tumbuh menjadi segumpal hati sebagai pasangan jiwa
  O Fitry, aku sungguh bosan mencintamu dalam angan
     Ingin ku rangkul kau dalam lembah kasihku
     Kubiarkan kau sebar benih kedamaian di hidupku
     dan seutuhnya menjadi kesucian yang kupuja





Mpim.

Aku Bangga Jadi Orang Kampung


Udah jam 01:50 WIB, berarti udah masuk hari jum'at 18,03,2011.
pagi begitu hening, damai dan tidurku terasa pulas. tapi tiba tiba jerit dan gaduh suara orang orang menghamburkan mimpi indah yang tengah aku rajut." KEBAKARAN..KEBAKARAN.. KEBAKARAN.." kata yang terus aku dengar samar dari kejauhan spontan membikin aku terperanjat dari tidur lelapku. sambil ku perjelas, suara gaduh itu semakin jelas terdengar bahwa benar memang mungkin tengah terjadi kebakaran, namun entah dimana !!! tanpa pikir panjang aku bergegas keluar rumah untuk memastikan apa yang tengah terjadi, ternyata benar.. kepulan asap hitam dan cahaya kemerahan begitu jelas terlihat di atas langit yang malam itu memang sangat cerah berbintang dan terang bulan purnama. " Astagfirullah ", ucapku dalam hati sambil tak percaya apa yang tengah aku lihat saat itu. ternyata memang benar terjadi kebakaran di tetanga kampungku, kampung kali cavang yang tak begitu jauh dari rumahku, hanya terpisahkan oleh sebuah kali yang lumayan besar. orang orang berlarian sambil membawa rasa paniknya masing masing, tanpa pikir panjang aku berlari ketempat kejadian untuk mencari tahu rumah siapa yang terbakar !! suasana begitu ramai, gaduh, serta bising dengan ucapan ucapan yang tak tentu sebagai apa kata itu di ucapkan, digang kecil beberapa meter dari tempat kejadian aku melihat seorang Ibu separuh baya tengah menangis pilu sambil memeluk erat anak gadisnya, di wajahnya terlihat begitu jelas rasa tak percaya dan bingung yang begitu besar dengan apa yang tengah dia alami.dalam hatiku terus saja bertanya tanya, apakah ibu ini yang rumahnya terbakar?? " Ya Allah, kuatkanlah ibu tua itu beserta keluarganya ". kakiku terus melangkah lebih jauh lagi kedalam gang yang penuh dengan hiruk pikuk orang berlalu lalang sibuk saling mengayunkan ember ember berisikan air. isak tangis, do'a do'a kecil, shalawat, bahkan aku mendengar suara adzan yang mungkin sengaja di kumandangkan oleh salah satu warga sekitar. memang, jalan untuk sampai ketempat kejadian sedikit agak berkelok sebab kampung itu memang kampung yang padat akan penduduk serta banyak gang gang kecil yang harus aku lewati. kobaran api dan asap hitam pekat yang membumbung tinggi semakin dekat terasa, " SUBHANALLAH ". " ALLAHU AKBAR ".. aku tak percaya sekaligus terenga, nafasku terhenti sesaat ketika mataku melihat kobaran api yang begitu buas, rakus dan ganas melalap luluh lantahkan sederet rumah yang sebagian atapnya sudah roboh di lalap sijago merah. sejenak aku teringat dengan keadaan nenekku yang aku tingalkan dirumah.. " Ya Allah, lindungi keluarga besarku ". suasana begitu mencekam, orang orang panik, takut, dan saling bahu membahu menyiramkan air untuk memadamkan api. memang tak mungkin jika semua ini mengandalkan bantuan pemadam kebakaran, sebab lokasi yang tak mungkin untuk di datangi mobil mobil pemadam kebakaran yang begitu besar dan memakan banyak jalan. sedangkan jalan disini hanya sebuah gang kecil yang hanya muat untuk kendaraan roda dua saja. aku bingung harus berbuat apa!! aku hanya bisa melihat dan menyaksikan orang orang sibuk berseliweran saling bahu membahu memadamkan api yang begitu besar, sambil terus berdoa dalam hati, agar kejadian ini tidak terjadi di kampungku.suasana kebersamaan sangat kental terasa, apalagi saat aku melihat anak anak muda rela berbasah basahan dan rela bermandikan air got yang pekat dengan lumpur hitam. jiwaku tergugah, rasa kemanusiaanku terasa menggeliat seakaan baru bangun dari tidur panjang yang sangat melelahkan dan mengguncang alam bawah sadarku. dan seakan mendapat tenaga alam dari tuhan, tiba tiba saja aku memberanikan diri untuk bergabung bersama warga bahu membahu memadamkan api yang seolah bergolak.
suasana kebersamaan begitu terasa kental, tak perduli orang kaya ataupun kaum duafa sekalipun mereka bersama sama membantu memadamkan api, meski hanya di dominasi oleh para kaum lelaki saja yakni para pemuda dan bapak bapak. sungguh dibalik peristiwa yang sangat memilukan ini, dapat aku rasakan betapa kentalnya rasa persatuan dan kebersamaan serta jiwa sosial yang tinggi diantara warga sekitar. bahkan tidak sedikit para pemuda ataupun para bapak bapak yang bukan warga setempat ikut membantu dengan ikhlas berkotor kotoran serta berbasahan dalam keadaan kantuk sekalipun. sungguh ini satu keadaan yang sangat mencerminkan arti sebuah hidup kebersamaan dalam sebuah kehidupan. tak berapa lama kemudian, tiba beberapa petugas dari kepolisian yang datang untuk mengidentifikasi, dua diantaranya sibuk dengan kameranya. dan yang satu sibuk menginterogasi warga setempat tentang kronologis kejadian. selang beberapa jam kemudian api dapat di padamkan, walau rumah habis terbakar namun setidaknya ada beberapa barang yang masih bisa di selamatkan seperti TV, pakaian , dan alat dapur lainnya. dan tidak menyambar kerumah warga yang lainnya. " Ya Allah, terima kasih karena masih ada kehidupan yang berjalan sebagaimana mestinya berjalan.. " gumamku dalam hati seraya mengelus kepalaku karena basah air got. Hehehehehe.

Jum'at, 18,03,2011

Senin, 04 Oktober 2010

Tanpa Judul

Emmmm... bingung mao nulis apaan!!! kga jelas konsepnya. badan lge kurang fit, otak kurang fit, duit jga lge kurang fit, CINTA apa lge, kga pernah ada fit-fitnya!!! serba kurang fit, jd lebih baik diem aja menikmati hidup yang lge kga fit.
mao kuliah males, mao kerja males, makan males, keluar rumah apa lge!!!
jd lebih baik diem aja menikmati hidup yang lge males.
" AKU MENDENGAR JERIT MANUSIA, LUKA-LUKA!!!" mantep lagu bang Iwan, emang itu yang bikin gw semangat jalanin hidup. sebatang rokok, segelas teh manis anget. makyuuuss... sekilas kita merenung ...................//........../../.......


                                                                     BERGERAK DAN SANGSI..



Mpim.

Senin, 05 Juli 2010

Mari kita renung malam
Benar aku dicumbu bayang,
Kenapa engkau hanya diam..
" Apa kabarmu dengan kehidupan yang baru dua puluh sembilan hari,??? " Kacau hidupku.
Aku pendosa ! Tambah hina saja.
Aku pendosa ! Makin gila pula.
Tak adil rasanya jika hanya aku yang menanggung rasa rindu, sedang kau tampak tua denga cinta kalian. setelah kau pinjami aku senyum dan elok mukamu, kau hasut aku dengan pengharapan cintamu.... kini aku bersama hujan dan sepi, bersama dengan sedikit kegilaan tentangmu.
" Masih ada waktu yang tersisa untukku??? " Aku akan tetap gila dengan pertanyaan itu. sampai setengah dari umurku, dan tumbuh rambut-rambut putih, sampai reda hujan ini, dan lingkar pelangi di atas jalan yang sering kau lewati.....



Mpim.
16-05-10

Gadis Kamboja Yang Hilang

As, Bunga Tiransia Biruku
Kini kau telah menjadi yang halal bagi pemilikmu,
Biar ini menjdi misteri yang selalu erat bersamaku
Sebab kini kau bukan berlian yang menyimpan berjuta puisi..

Aku tak begitu kuat dalam hal ini....
Sebab kau terselimuti kebahagiaan yang semoga abadi
Diatas penderitaanku dan sebagian lainnya.
Yang akan menjadi do'a - do'a kalian

Dan ternyata benar adanya,,
Bahwa manusia hanya bisa berencana..
Dan Tuhanlah yang menentukan Akhirnya

Selengkapnya akan kuputuskan .. Esok
Sampai dari setengah beban hilang.
Atau mungkin pulang dari perantauan Cintamu.



Mpim.


24-04-2010
12:18

Sabtu, 19 Juni 2010

Kamis, 17 Juni 2010

ENTAH

Sedikit dengarkan!!!
ini kegelisahan ku, tentang cita-cita dan masa depan. mari kita berbicara tanpa ada jarak dan sesuatu apapun yang membatasi jalan fikiran masing-masing.
hanya sedikit ingin membela diri, APAKAH AKU GAGAL???
semua yang ku lakukan bukan yang baik dan di inginkan bagi tuan dan nyonya pemilik raga ku. bukan berarti itu membuat ku sangsi pada penciptaku atas raga dan semua isi yang telah diciptanya. sedikit kita berfikir kritis tentang hak jati diri dan kebebasan berekspresi, maka tak sepenuhnya aku salah dalam hal ini. satu hal yang harus mereka dan kalian tau tentang aku... "AKU HANYA TAK MAU MENGINGKARI HATI NURANI"
memang agak sedikit tak bermoral namun ku rasa itu ketentuan dari hidup, sesuatu yang memang harus ada dan mungkin dalam hidup.!!!!!
dalam hal ini aku aku tak salah dan juga aku tak benar!!! hanya saja aku tak pintar.
"Salam... Setidak-tidaknya aku sudah mencoba, melelahkan tapi asik, baik dan buruk aku kembalikan pada yang berhak"
(Iwan Fals-Motivator Hidup)

About Love


Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Jumat, 28 Mei 2010

Salam

Salam ,
Sekarang aku hidup lebih layak,
Bukan hanya sekedar hidup
dan bukan hanya sekedar menunggu mati...
tapi tidak juga lebih baik dari mereka-mereka yang lebih baik...

setidakya aku bisa






Mpim.

Selasa, 25 Mei 2010

Do'a Aku Ass..

Malam tak ingin cepat bermimpi,
Setelah sebar sedikit dosa..
Basahkan diri sejenak lagi
Dengan cinta buta raga

Do'a aku As...
Jika mesti aku ulang hidup,
Untuk berani berterang-terang kata
Sedikit melawan suasana

Sungguh mungkin benar jadinya,
Kutahu hatimu tercari-cari sudah..
Dari lingkaran sinar bulat
Aku merindu dari biasan nya...

As.... Bunga Tiransia Biru ku
Sedikit lagi aku bercerita tentang mu
Begini ! Rasakan !


Malam